Fire House Karanggede

Posted on Posted in Kegiatan FG

Fire House Karanggede

Tahun 2015 kami berjumpa dengan satu anak asli Karanggede, Boyolali di persekutuan kami di wilayah Semarang, namanya Dian. Singkat cerita dia punya beban untuk daerah asalnya, dia rindu ada kegerakan doa sekolah di Karanggede. Kami berdoa bersama dan menetapkan langkah untuk impartasi doa sekolah ke SMA 1 Karanggede. Akhirnya 4 orang berangkat kesana bersama Dian, tapi di perjalanan 2 orang dari Solo tertimpa musibah kecelakaan sehingga di akhirnya hanya ada 2 orang dan Dian yang impartasi disana. Dari situ menyalalah api kecil atas Karanggede melalui 3 orang anak yang mulai berdoa di SMAN 1 Karanggede. Api itu semakin membesar dan menyentuh sekolah yang lain, dan terbentuklah Fire House disana sebagai wadah untuk anak-anak yang mulai berjuang disana. Apfia dan Arinda yang diutus kesana untuk membapaki Fire House Karanggede. Setelah beberapa bulan kemudian, kami merasa ada sesuatu yang tidak berkembang, secara manusia kami lelah dan tidak menemukan langkah kedepannya karna hanya ada kumpulan anak dari 1 gereja yang kami muridkan. Akhirnya kami memutuskan untuk ambil waktu berdoa dan menetapkan hati untuk Boyolali. Selama 1 tahun lamanya Fire House Karanggede vacuum.

Diakhir tahun 2017, ada Revival Meeting di Solo dan kami digerakkan untuk mengundang kembali anak-anak yang kami muridkan di Karanggede. Kami terkejut ketika ada 17 anak yang hadir. Mereka tangkap apiNya, dan pulang membawa dampak besar untuk sekolah-sekolah di Karanggede. Mereka (yang kebanyakan siswa SMAN 1 Karanggede)  mulai impartasi doa sekolah ke sekolah yang lain, dan semakin banyak anak yang meresponi dengan baik kegerakan doa ini. Identitas sebagai ANAK yang dikasihi membuat mereka berani membawa kuasa Surga ke sekolah-sekolah yang ada, mereka tau benar bahwa ada Bapa yang menuntun langkah mereka, tanpa kami turun tangan kesana untuk membantu mereka.

Dari 7 kabupaten, Boyolali adalah 1 wilayah yang kami rindukan untuk adanya basecamp (Fire House) disana. Kami berdoa dan berpuasa bersama, dan akhirnya kami memutuskan untuk merintis kembali Fire House di Karanggede yang mewakili Boyolali. 25 Oktober 2017 ibadah Fire House pertama kali di Karanggede, ada 25 anak yang hadir saat itu. Dan kami menemukan kehidupan disana karna mayoritas yang datang adalah anak baru yang sebelumnya belum mengikuti FH. Keluarga kecil Karanggede mulai terbangun dengan mulai banyaknya sekolah yang minta untuk di layani. Kami juga dipertemukan dengan seorang kakek yang sudah mengabdikan hidupnya untuk Karanggede, namanya bapak Paulus. Beliau lah yang membawa kami untuk melayani sekolah-sekolah yang ada di kecamatan Karanggede. Dari beliau juga yang membawa kami mendapat pengalaman baru melayani dalam Lembaga Pemasyarakatan (LP) Solo.

Dimulailah perjuangan kami bolak balik Solo-Karanggede, Semarang-Karanggede tiap 2 hari dalam seminggu untuk membapaki 25 anak disana.  Sukacita kami rasakan ketika kami harus membayar harganya untuk sebuah janji yang Mulia untuk Boyolali. Dan tepat tanggal 8 Januari 2018 kami mengadakan ibadah perayaan natal Karanggede dengan tema Fight as Family, kami  mengundang beberapa gereja di sekitaran untuk bersama menyembah sebagai satu keluarga. Ada 35 orang yang hadir. Kami percaya orang-orang ini Tuhan kirim untuk memperkuat langkah kami membawa api Tuhan atas Boyolali. Keluarga dari Klaten, Solo dan Semarang juga hadir, mengambil beban yang sama untuk Boyolali yang baru.

Memasuki tahun 2018 kami semakin kuat dan berani. Kami tau kami punya tongkat otoritas untuk mengerjakan sekolah-sekolah yang ada di Boyolali. “Son, you are always with me, and all that I have is yours” (Lukas 15:31, NKJV). Kami rasakan benar penyertaan Tuhan mengiring kami saat mengerjakan Boyolali, karna Dialah yang memiliki segala yang ada termasuk Boyolali, di tangan kami ada kuasa untuk membalikan keadaan dengan setiap doa dan ketaatan kami. Dan biarlah api-api kecil itu mulai menyala di kecamatan yang lain dalam kabupaten Boyolali. Yesus Tuhan !!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *