Mengalami Tuhan di Penjara Rutan Kabanjahe

Hari ketiga selama kami ada di Sumatera Utara, Tuhan bekerja di luar akal pikiran manusia. Ketika Tim Sumatera Utara berangkat, kami sempat berdoa biar Tuhan tiba-tiba beri pelayanan yang di luar jadwal yang telah kami tetapkan sebelumnya. Ternyata Tuhan kabulkan. Tanggal 30 Mei 2014, Tuhan beri kami 2 pelayanan yang di luar jadwal, yang pertama di Rutan Kabanjahe, yang kedua di SMK-Akper-Akbid Arta Kabanjahe.

Pertama adalah pelayanan di rumah tahanan. Sebelum kami berangkat paginya kami doa pagi, intinya kami hanya mau bawa kasih Bapa ke dalam rutan. Beberapa diantara kami, seperti Fani, Rosi, Ninggar, baru pertama kali melayani di rutan. Kami sudah membayangkan hal yang menakutkan ketika kami di sana. Ternyata benar, kami melihat pemandangan yang tidak biasa kami jumpai, terali besi, orang-orang bertato, rokok dimana-mana, dari mata manusia kami melihat itu sebagai hal yang menakutkan. Kami perlahan masuk, kami disuguhi pemandangan lapangan yang penuh baju para napi, seketika itu kami menjadi pusat perhatian, semua mata tertuju ke arah tim kami. Sebelum ibadah dimulai, kami menunggu di sebuah pos pengamanan, dari sana kami melihat banyak orang yang merokok, badan mereka hitam, wajah mereka seperti tidak bersahabat, kami menengok ke arah sel perempuan, ada seorang wanita perambut pirang sedang merangkul terali besi sambil merokok. Melihat semacam ini kami menjadi semakin takut.

Ibadah pun dimulai, lagu pujian demi lagu pujian dinaikkan. Kemudian tiba-tiba kami bisa merasakan kasih Tuhan di sana. Kami melihat rang-orang dengan latar belakang penjahat bersama-sama memuji dan menyembah Tuhan dalam sebuah aula sempit. Ketika penyembahan mulai dinaikkan, diawali dengan lagu