Yesus Hadir Sekalipun dalam Goncangan Gempa

Di tanggal yang sama saat kami melayani di Rutan Kabanjahe, malamnya kami berkesempatan untuk melayani sebuah sekolah yayasan Arta, SMK-Akper-Akbid di Kabanjahe. Ibadah dimulai sekitar pukul 20.00 WIB. Kami ibadah di aula di lantai 3. Karena tempat yang kami layani adalah Akper dan Akbid, sebagian besar muridnya adalah wanita dan waktu itu yang hadir sekitar 80-100an orang.

Ibadah dimulai dengan pujian dan penyembahan. Rosi bertugas menyampaikan firman waktu itu. Rosi menyampaikan firman tentang Yunus, dimana Yunus adalah seorang yang awalnya mengingkari panggilan Tuhan. Dia diberi mandat dari surga untuk pergi ke Niniwe tetapi dia melarikan diri ke Tarsis. Tuhan sedang mencari anak-anak muda yang rela memberi hidupnya buat Tuhan dan buat Sumatera Utara. Di tengah-tengah firman Tuhan disampaikan, ketika sekitar pukul 22.00, saat Rosi hendak mengakhiri pemberitaan firman. Tiba-tiba…gempa. Kami merasakan goncangan gempa yang begitu hebat dan lama. Kebetulan kami sedang ada di lantai 3 jadi goncangannya terasa sekali. Seketika itu juga kami panik, di tengah-tengah ibadah banyak siswa yang berdiri bersiap untuk berlari keluar menyelamatkan diri. Tetapi ketika gempa terjadi, Bapak John Preisen Ginting, pendeta muda yang membawa kami pelayanan di Berastagi, Kabanjahe berdiri dan menenangkan seluruh siswa. Bersama dengan itu, beliau menginstruksikan bahwa ini waktu yang tepat untuk berdoa bagi Sumatera Utara. Berikut foto-foto saat kami melayani di sana.

Rosi kemudian menyuruh semua siswa untuk maju. Awalnya kami memang ketakutan, tetapi kemudian Tuhan timbulkan belas kasihan dalam setiap hati siswa dan hati kami. Kabanjahe adalah daerah yang dekat dengan Gunung Sinabung, pasca erupsi di Gunung Sinabung perekonomian warga sempat stagnan. Tuhan kembali ingatkan lewat kejadian ini dan gempa yang terjadi menunjukan bahwa tidak ada satupun manusia yang hidup di luar kuasa Tuhan. Selama altarcall kami berdoa untuk Sumatera Utara, Berastagi, dan Kabanjahe, siswa-siswa yang ada juga belajar miliki hati untuk Sumatera Utara. Dari sana kami menemukan orang-orangnya Tuhan yang siap jadi Yunus, diutus untuk berdiri bagi sekolah, kampus, dan kotanya. Setelah ibadah selesai, kami ngobrol dengan beberapa orang siswa dan mereka mengungkapkan kerinduan mereka untuk berdoa buat kotanya. Sungguh ajaib perbuatan Tuhan. Di dalam goncangan gempa sekalipun, kami tetap bisa merasakan Yesus hadir di sana!