Uncategorized

Mengembalikan Penyembahan Yang Benar

Tribal Revival Conference Day 1

Agenda pagi ini diawali dengan discernment yang dibagi menjadi 3, discernment leader, discernment worship dan intercession dan discernment pasukan di waktu yang sama pada jam 10 pagi. Ada 1 pesan kuat yaitu tentang nubuatan Rick Riding untuk bangsa-bangsa bahwa bangsa-bangsa ini diset seperti domino. Dan domino yang pertama adalah Indonesia karena Indonesia terletak jauh di sebelah timur. Dari Indonesia ke Malaysia, Malaysia ke India ke Paskistan ke Iran ke Irak ke Siria, Lebanon, Jordan, dan Saudi Arabia. Dan kami percaya ini bukan suatu yang kebetulan karena di hari yang sama 556 kota lain berdoa untuk bangsa ini. Dan inilah first strike nya, doa untuk Indonesia dengan suku-suku yang ada di Kasongan, Kalimantan Tengah ini.

Ada hal yang sangat tak terduga ketika kami menyatukan semua message dari 3 discernment yang berbeda dari 3 tempat yaitu tentang membangkitkan bapak bagi kalimantan, karena yang terjadi tidak banyak bapak-bapak rohani yang ada di kalimantan adalah orang kalimantan asli, dan beberapa orang yang berangkat ke trc ini tiba-tiba mendapat mimpi dan message yang sama tentang anak. Kami percaya anak-anak ini tidak bisa menemukan identitasnya jika tidak didampingi seorang bapak. Dan dikonfirmasi dengan bertemunya kami dengan seorang anak bernama Meli, anak suku dayak asli, yang berasal dari Bentot, Kalimantan Tengah yang terpanggil di Misi. Dia menyelesaikan pembekalan Misi di Kudus, Jawa Tengah selama 4 bulan, dan setelah itu dia mulai praktek misi ke Barito Timur (Kalimantan Tengah) sendirian memberikan penyuluhan tentang narkoba, semua biaya ditanggung sendiri dan dia belum berpenghasilan, semua dia lakukan untuk panggilannya yaitu misi. Kami melihat hidup anak ini seperti tidak ada covering, hati sudah ada, tapi tidak ada yang membimbing dan membukakan jalan, padahal bapak-bapak rohani mungkin sudah membuka jalan namun tidak ada yang meneruskan. Dari hal ini membuat kami semakin terus terkonfirmasi untuk melahirkan bapak-bapak untuk menaungi anak-anak seperti Meli ini.

Dilanjutkan dengan Revival Night 1, messagenya jelas untuk melakukan strike supaya domino setelah Indonesia bisa jatuh dan seterusnya. Pujian Penyembahan Tari-tarian dinaikkan, atmosfer berubah ketika teriakan anak-anak suku itu mulai digaungkan. Teriakan anak suku ini berarti membuat semua tunduk pada Yesus Raja. Mazmur 24 tentang pintu gerbang yang berabad-abad mulai dideklarasikan sebagai langkah iman Borneo dibuka Tuhan. Disambung dengan message yang disampaikan Ps. Henry dlm Yesaya 46:10 “Yesaya 46:10 (TB) yang memberitahukan dari mulanya hal yang kemudian dan dari zaman purbakala apa yang belum terlaksana, yang berkata: Keputusan-Ku akan sampai, dan segala kehendak-Ku akan Kulaksanakan”. Lalu beliau mengundang anak tanjung untuk maju ke mimbar untuk kesaksian. Perlu diketahui, bagi kami kalimantan terbuka saat sekumpulan anak tanjung ini mulai melangkahkan kaki untuk mengikuti fire conference di solo 8 tahun lalu, terbakarnya hidup mereka membuat mereka terus bergerak hingga banyak teman-teman sekolah gereja dan lain-lain mengalami pemulihan. Saking “gilanya” mereka sampai bermimpi mengadakan fire conference di tanjung, kalimantan selatan (kota mereka tinggal), mereka hitung semua biaya gedung, penginapan, transport, dll. Tapi ternyata mimpi mereka digenapi tahun ini saat TRC diadakan Kasongan. Bagi mereka, TRC ini bukan sebuah event biasa tapi janji Tuhan di hidup mereka tergenapi dan mereka dilawat Tuhan luar biasa. Seluruh keluarga menghormati mereka atas ketaaatan mereka. Dilanjutkan dengan deklarasi 3 bapak mewakili keluarga Jawa, Maluku, Dayak dan bersama dgn chinese family declare Indonesia Baru tanpa Intoleran, Radikalisme, Rasisme dan Korupsi. Di akhir acara, Pak Felix gembala sidang GSJA Pintu Anugerah Kasongan menutup acara dengan doa berkat.

Apa yang hari ini terjadi itu karena buah ketaatan setiap orang yang telah mencucurkan air mata di masa lalu. Strike-strike yang ada di masa lalu tidak boleh berhenti. Terus lakukan strike seperti apa yang Tuhan mau meskipun itu kita lakukan seorang diri. Hidup dari apa yang terjadi di depan mata membuat kita berhenti, tapi hidup dari JANJI akan membuat kita terus berlari. Terima kasih untuk doa dari seluruh keluarga untuk TRC Borneo kali ini. Terus berdoa supaya kehendak Tuhan yang jadi. Terima kasih Tuhan memberkati

Rosi Dwi Jayani
Digital Team KFN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *